A Copy Of My Mind (2015? 2016?)

poster-a-copy-of-mind-cj

Saya khilaf. Akhirnya dua kali berturut-turut nge-review film Indonesia (setelah dari pertama kali bikin blog ini sampai sebelum Siti kemarin, belum pernah review film Indonesia satupun).

A Copy Of My Mind, sebuah karya our lord and savior Joko Anwar, yang bercerita tentang Sari (Tara Basro), mbak-mbak facial di salon murah, Alek (Chicco Jerikho), mas-mas yang bikin subtitle dvd bajakan, dan politik Indonesia. Film ini sukses mengawetkan gambaran kehidupan masyarakat kelas (menengah?) bawah di Jakarta pada tahun 2014.

Kalau Siti relatable dalam aspek perjuangan sebagai seorang wanita, A Copy Of My Mind relatable dalam aspek kehidupan sehari-hari sebagai masyarakat kelas menengah bawah di hiruk pikuk kota Jakarta. Mulai dari Estetika Tangan Kenek Megang Duit Segepok, Estetika Masak Mie Instan, Estetika Beli DVD Bajakan, Estetika Makan Mie Instan Sambil Nonton DVD Bajakan, dan Estetika Ena Ena Tanpa Pelindung Karena Pendidikan Seks Dan Reproduksi Di Indonesia Untuk Kelas Menengah Ke Bawah Itu N I H I L.

(Walaupun yang terakhir itu saya belum sih) (eh apa? belom? vvadu)

Btw, ini syutingnya ada di daerah Benhil katanya. Dan emang bener, ada scene yang di dalem Pasar Benhil + Bopet Mini juga. Yang saya kesel, itu ada Pak Dul (toko langganan Eyang. Iya, saya tau namanya) kOK GAK CERITA CERITA JOKO ANWAR SYUTING DI SITU JHAGDJASFDAGFSJK. Curcol dulu sorry not sorry.

Faktor naturalnya film ini juga yang bikin relatable. Mb Tara Basro yang memang sudah indah menawan cantik dinamis tidak menggunakan makeup, Mz Chicco Jerikho yang memang Makhluk Tuhan Paling Seksi rambutnya di sini gondrong, kayak mas-mas biasa. Sari dan Alek itu mas-mas dan mbak-mbak yang kita lewati tiap hari di jalan. Sari dan Alek itu kita.

And can I just say RooftopSound itu warbyasa. Semua lagu yang kedengeran kayak lagu dari radio, ataupun lagu pengamen, itu mereka semua yang bikin. Original. Dan pas. And ohmygod, ada kedengeran suara bass dangdut, ITU!!! ITU SUARA KALO TETANGGA SAYA LAGI DANGDUTAN!!! JAKARTA BRO!!!

Pengalaman saya menonton ACOMM tadi: Close up Sari di balkon, Gelap, Score credits mulai. Lampu teater pun nyala. Dan gak ada satupun penonton yang langsung pergi, termasuk saya dan teman-teman. Kita tau gak ada credits scene kayak film superhero. Kita cuman gak bisa gerak aja. Kita butuh waktu untuk mencerna cerita itu, mengingat gambarannya, sambil masih terngiang suara musiknya, dan menerima akhirannya. Bahkan sampai credits selesai, kita masih ogah-ogahan beranjak dari tempat duduk. Tapi kasihan mas-mas bioskopnya.

Sepanjang perjalanan pulang bersama teman saya, kita banyak diam, masih merenungi Sari dan Alek dan Jakarta. Saya tersenyum melihat kopaja yang lewat. Tersenyum melihat polusi di udara. Tersenyum melihat sesama pejalan kaki. Kadang kita lupa keindahan lingkungan sendiri. Lupa untuk menghargainya karena sesungguhnya kita di sini hanya sesaat. Lalu saya bertanya ke teman saya,

“Bagaimana kalau Alek adalah sebuah metafora untuk mereka yang tidak punya cita-cita, tidak akan bisa bertahan di Jakarta?”

Mungkin Bude adalah metafora untuk Jakarta yang tetap ada, selalu diam, hanya kita sebagai warga yang selalu bergerak tanpa henti. Kebanyakan orang lupa untuk merawatnya, tapi beberapa ingat untuk merawatnya.

Masih banyak pertanyaan untuk kelanjutannya, untuk masa depan. Tapi mungkin, kita harus menerima dengan lapang dada, saat-saat yang masih ada sekarang ini.

Movie Rate: 10/10

Advertisements

One thought on “A Copy Of My Mind (2015? 2016?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s