Before I Disappear (2014)

Mengambil tema depression, self-harm, dan suicide, Before I Disappear menjadi salah satu film 2014 yang-gue-telat-nontonnya-karena-ini-emang-cuman-ada-di-festival-film-tapi-BAGUS-BANGET.

Richie yang tengah melakukan bunuh diri dengan cara menyilet tangannya tiba-tiba ditelpon oleh kakaknya, Maggie, yang meminta Richie untuk menjemput anaknya disekolah karena ia sedang dalam masalah. Sophia, anak Maggie, gadis kecil pintar dan berbakat yang tidak terlalu peduli akan hal lain yang tidak memengaruhi prestasinya. Lambat laun Sophia dan Richie mempunyai hubungan yang spesial, dan Sophia mungkin bisa menjadi orang yang akhirnya peduli dengan Richie dan membuat Richie berpikir dua kali akan harga sebuah kehidupan.

Menjelang akhir film gue mikir, “Ini yang jadi Richie keren banget aktingnya. Bener-bener ngerti, anjir.”, dan ternyata aktornya = sutradaranya = penulisnya = yang bikin lagu pas Sophia lagi nari di bowling alley. Holy w o w. Shawn Christensen ternyata telah memenangkan piala Oscar dari versi shortfilm cerita ini di tahun 2012. Truly well deserved.

Yang gue suka dari film ini adalah penggambaran orang depresi dan apa yang sebenernya mereka rasakan. Richie merasa gak ada yang peduli sama dia, dia udah 5 tahun lebih gak berhubungan dengan anggota keluarganya, pacarnya yang tadinya adalah satu-satunya orang yang membuat Richie bertahan telah meninggal, kehidupannya berantakan, he fucking works as a bar janitor to pay off his debts for god’s sake, that’s like the lowest of lowest.

Lalu muncul sosok gadis kecil yang awalnya terlihat acuh, tapi ketika dia melihat luka dari self-harm nya Richie, dia menjadi perhatian. Mungkin gadis kecil ini juga merasakan kesepian yang Richie rasakan. It takes one to know one.

Some people are depressed because their life doesn’t have a meaning, maybe all they need is a meaning. Menurut gue itu pesan yang berusaha untuk disampaikan di film ini. Bukan ajakan untuk yang depresi untuk mencari arti kehidupan, tapi ajakan untuk orang-orang disekitar mereka untuk membantu mereka mencari arti kehidupan dan kebahagiaan.

You can watch the shortfilm (it was named Curfew, not Before I Disappear) here, if you want. Saran gue sih lo nonton filmnya dulu baru nonton shortfilmnya. Karena ada banyak adegan yang cuman diulang aja di kedua versi dan scene-scene bermaknanya paling ngena kalo di filmnya –menurut gue. Gue nangis sampe dua kali anjir tanggung jawab lo, Shawn– karena filmnya lebih menyelami point-of-view Richie.

(kalo dari Indonesia, di download aja pake savefrom.net. Tinggal copas linknya (vimeo) ke websitenya) (mengajarkan keilegalan) (jangan ditiru sih)

Movie Rate: 8.5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s