50 Shades Of Grey

image

[SPOILER BANGET]

So, I watched 50 Shades Of Grey just to see how shitty this movie is, and let me tell you, it’s really shitty and misguiding.
Gue udah baca novelnya –iya, ini pengakuan dosa gue– tahun lalu dan waktu itu gue gak suka karena rasanya kayak baca cerita porno buat remaja pesantren —The f- is inner goddess?!–. I have read smutty fanfiction ten hundred times better than this. Kalimat itu yang dulu gue pakai sebagai alasan kenapa gue gak suka 50 Shades Of Grey. Tapi itu berubah ketika negara api menyerang setelah gue tonton adaptasi filmnya.

Christian Grey is a sociopathic control freak dan cerita ini membenarkan kelakuan mengekangnya itu dengan alasan BDSM —which they got incredibly wrong--. BDSM bukan kayak gini masbro, dominan hanya bisa mengatur submisif di tempat tidur ketika mereka lagi melakukan suatu sesi. Dominan gak punya hak buat ngatur apa yg dimakan submisif diluar sesi, dimana submisif berada, kapan harus pulang, ngatur dengan siapa submisif boleh berteman. Tapi itu yg dilakukan Christian Grey,  dan itu bukan BDSM, that’s an abusive relationship.
Dominan itu bukan sekedar nyuruh-nyuruh submisif buka baju, tengkurep, telentang. Dominan harus merawat submisif emotionally and physically.
Emotionally: Dominan gak boleh ninggalin submisif gitu aja abis suatu sesi. Di hubungan BDSM yang benar dan sehat, setelah sesi mereka pasti akan cuddling atau setidaknya tidur bareng. Karena udah selama apapun orang jadi submisif, abis suatu sesi yang berat, misalnya dia abis dihukum, pasti setelah itu dia bakal kena aftershock. Disitulah sang dominan harus menenangkan submisif, entah itu dengan cara cuddling atau beliin eskrim, pokoknya si submisif gak boleh ditinggal nangis sendiri.
Physical: BDSM pasti mainannya ada yang bakal bisa bikin luka lah ya. Dominan harus merawat submisif jikalau sesinya menghasilkan luka ataupun hanya rope burn. Dominan harus ngecek apakah submisifnya terluka atau tidak dan merawatnya. Walaupun hanya sekedar mengoleskan krim setelah whipping.

Gue udah lupa apakah Christian melakukan kedua kewajiban itu di bukunya, tapi yang gue tau pasti, dia gak melakukan kedua kewajiban itu di film. Dia malah gak mau tidur disatu tempat tidur dengan Anastasia. Gak nenangin Anastasia setelah sesi hukuman pertamanya. Ya syukur Alhamdulillah neng Anna pergi akhirannya.

WTF Moments:
1. Ketika Kate, roommate nya Anastasia, main ngambil sandwhich yang baru Anna bikin bukan buat Kate. And she haven’t even say thanks to Anna for interviewing Christian for her! Bitch.
2. Christian nge-stalk Anastasia ke tempat kerjanya. Dude, that’s creepy and not romantic at all.
3. Christian bilang dia gak bisa punya hubungan dengan Anna, terus besoknya dia ngirimin Anna 3 buku klasik edisi pertama. Yeah….that’s not confusing at all.
4. C:”I’m a dominant, which means i want you to willingly surrend yourself to me” A:”Why would i do that?” C:”To please me” [a few lines later] A:”And what would i get out of it?” C:”Me.”. Narcistic asshole.
5. Anastasia bilang dia mau pulang, Christian anterin dia naik mobil, tapi bangun-bangun Anastasia malah dibawa ke tengah hutan. A:“What are we doing here” C:“Let’s go for a walk”. Uhm, yeah, I’m pretty sure I’m not deaf and that she said she want to GO HOME, not GO FOR A WALK.
6. Dipertengahan film, Anastasia nge-email Christian “It was nice knowing you”. Tebak apa yang terjadi selanjutnya. CHRISTIAN TIBA TIBA ADA DI DALAM APARTEMENNYA ANNA!!! Pretty sure he could get arrested for that..
7. Anna bilang dia mau pergi, Christian balas dengan “But your body is telling me different things”. Hey, you know who else said that? Rapist.
8. Anna ngasih tau Christian bahwa dia belum tanda tanganin kontrak hubungan mereka. Christian took her to his playroom anyway. Jadi sebenernya kontrak itu cuman basa basi doang kan, pak?

Walaupun akhirannya Anastasia keluar dari hubungan gak baik ini, film ini malah membuat BDSM jadi terlihat buruk dan kejam. Padahal kenyataannya gak gitu. BDSM itu harusnya dinikmati oleh sang Dominan dan sang Submisif, ketika salah satu gak menyukai perannya di sesi BDSM, itu artinya ya emang dianya gak punya kink BDSM. Tapi di cerita ini malah dibuat kayak BDSM itu sesuatu yang hina. Duh.

Movie Rate: Mencret/10

Advertisements

One thought on “50 Shades Of Grey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s